Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Posted by aris on Jul 28, '08 4:53 AM for everyone
Info gak penting :
Kampung Pulo, seakan sudah menjadi identitas saya. Dulu waktu SMA, ada 2 orang yang bernama Aris, karena sering terjadi miss-understanding diantara saya dan dia maka saya lebih dikenal sebagai Aris Pulo.. Yang padahal di kp. pulo sendiri saya lebih dikenal dengan panggilan 'NDHE', (tanya kenapa.??). Di Multiply pun saya sebut tempat tinggal saya dengan Camp Voelo, yang artinya Kp. Pulo. Padahal sejak menikah, saya tinggal di Pinang Ranti, (Lho tapi kan masih sama kelurahannya, So what..??!) Memang di Jakarta ini ada 2 Kp. Pulo. Yang lainnya adalah Kp.Pulo yang sering kebanjiran di daerah Jatinegara.
(Maaf yg ini baru muqodimah ajah, dan gak ada hubungan sama ceritanya)



"Jika dulu, saya hanya bisa menangis saat acara munasyaroh Ambon, sekarang saya sedikit bisa merasakannya"


BEGINI AWAL CERITANYA :

Kejadian ini merupakan letupan yang ke-sekian, atas keberadaan Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) di tengah2 warga Kp. Pulo. Mungkin lain kali akan saya ceritakan dari awal berdirinya Kampus ini.

Pada malam sabtu kemaren, (25 Juli 2008) menjadi pemicu konflik ini.
Sekitar jam 23.00 malam, di dekat salahsatu (berarti asramanya banyak khan) asrama putra kampus SETIA, terjadi tindak perampokan mesin air yang tertangkap warga kampung. Setelah diselesaikan secara 'hukum adat' maling tersebut diserahkan ke Pak RW dan kepolisian. Dan setelah diidentifikasi, ternyata pelaku adalah anak mahasiswa SETIA.

Saya fikir 'hukum adat' ini berlaku dimanapun juga, siapapun, dan dimanapun.(Walaupun saya tidak menganjurkan cara-cara seperti ini, Ssst, tapi saya mendukung ) Artinya mau mahasiswa kek, mau copet kek tetep aja di Bogem. Mau di terminal kek, mau di kampung kek, yah kena 'pelajaran' yang satu ini. Jadi boleh dibilang ini bukan perkara SARA, ini tindak kriminal murni. Perkara selesai, dan ditindaklanjuti polisi.

Ternyata mereka, teman-teman si mahasiswa sial tadi, yang berada di asrama tidak terima. Alasan mereka adalah si 'mahasiswa sial' itu sedang menimpuk seekor tikus di pekarangan warga kampung dengan sendalnya. Lalu 'si mahasiswa sial' itu mau mengambil sendalnya yang masuk ke pekarangan rumah warga yang berjarak 50 m dari asrama.

Beuh..!!, sial amat tuh mahasiswa.
Udah jauh2 merantau (baca:menjajah) ke kampung orang, makan malam pun masih harus berburu tikus got. Kasian amat yah.. 
Lagian ini bukan pertama kali, mahasiswa SETIA berulah.
Kasus curi mencuri, sepanjang sepengetahuan saya sudah ke yang beberapa kali. Belum lagi, sikap acuh, cari perhatian, dan tidak menghormati warga yang tinggal di sekitar. Ditambah pergaulan bebas yang mereka bawa dari asal mereka, ini menyebabkan kami (warga Kp.Pulo) kehilangan akses jalan menuju kompleks Squadron Halim, lantaran kegiatan 'kumpul-kumpul' mereka di jalan sepanjang jalan Baru (disekitar padang golf Halim). Sering diketemukan alat kontrasepsi yang bertebaran dimana-mana, yang tak ayal membuat PANGKOOPS Halim, menutup akses jalan tersebut.
Masih, banyak deretan catatan buruk mereka terhadap warga. Apalagi masalah, MISI mereka di tengah2 kampung kami. (maaf saya tidak berpanjanglebar masalah ini).

Oke, kita kembali ke ... 'mahasiswa sial' tadi.
Karena teman-temannya tidak terima, mereka melampiaskan amarah mereka dengan memborbardir rumah warga disekitar dengan  B3 (batu, balok, dan bata). Perlu diketahui, asrama mereka tuh bertingkat dan mereka melempari rumah warga dari atas asrama.
Lalu, warga sekitarpun melapor ke ketua RW dan Polsek Makasar. Setelah diajak dialog, oleh warga dan polisi, mereka semakin menjadi-jadi. Inilah mulainya aksi tawuran.

Tawuran ini pun melebar, ke asrama putri, (walaupun saya masih confious dengan putra-putri, toh isinya kok tetap aja bercampur antara putra dan putri). Disini ternyata amunisi mereka bukan saja B3, tapi juga panah, tewew--wew..!!
Serem kali..!!, kapan mereka buat panah2an beginih.
Ini sih by design..!!( halah jd inget kata2 ini pas pilkada kemaren).
Ada dua orang warga yang kena anak panah ini, dan banyak lagi yang menerima B3 dari mahasiswa2 sial itu, termasuk anggota kepolisian.
Aksi ini berlangsung hingga sepertiga malam, mungkin ini waktu yang tepat untuk (masing-masing) menghadap Tuhannya, 

Lalu, siang harinya keadaan berangsur tenang. Tapi warga tetap waspada. Asrama putri pun "katanya" telah dikuasai polisi. Saat saya berkeliling kampung pun, saya masih lihat warga sibuk membersihkan batu-batuan di pekarangan mereka karena aksi semalam. Warga pun sibuk, berkoordinasi dengan polisi mengamankan sekeliling kampung. Analisa teman-teman, yang melakukan penyerangan tadi malam itu bukan mahasiswa ansich, tapi mahasiswa preman.
 "Jadi kita harus tetap hati-hati", demikian kata si Abang.

Suasana tenang tapi mencekam. Saat itu saya dan teman-teman menduga bahwa nanti malam akan terjadi pertempuran yang tidak kalah serunya dari tadi malam. Tapi kita tidak boleh mengambil posisi 'menyerang'.(karena kita bukan belanda, dengan total futbolnya )
 
Benar saja, selepas Isya (pada hari berikutnya, 26 Juli 2008). Ketika di beberapa tempat warga kembali pada aktivitasnya masing-masing. Remaja Masjid yang sedang melakukan pengajian rutin di rumah warga dekat masjid, dikejutkan dengan lemparan batu ke arah mereka. Tetapi bukan mereka targetnya, tapi masjid Baiturrahiim.

Serempak, tanpa ada komando dari seorangpun.
Semua warga bangun dari duduknya, dari asyiknya nonton siaran primetime TV, dari peraduan tempat mengeloni anak-anak mereka.

Masjid di serang..!!!,
Siapapun, anak-anak tongkrongan prapatan
yang jarang ke mesjid
, anak-anak belor yang sering mabok  pun bakal pada terpanggil. Dan betapa terkejutnya kami, batu itu berasal dari asrama putri, yang setau saya sudah dikuasai polisi tadi siang.
Ternyata ada sekitar 50-60 orang berperawakan hitam, dan kriting, mirip orang-orang Indonesia bagian Timur, tapi kelakuan mereka seperti preman. Membabi buta, melontarkan B3 ke arah Masjid.
Konsentrasi warga terpecah, karena aksi lempar-lemparan ini juga berlangsung di depan kampus SETIA. Polisi pun kocar kacir mengamankan keadaan. Ditengah aksi lemparan yang mangakibatkan jatuhnya korban luka ini, polisi melempar gas air mata. Betapa kagetnya warga kampung menghirup asap gas air mata ini.

Seumur-umur, mereka baru merasakan gas sial ini. Ada yang histeris, berteriak, karena terkena slongsongan gas air mata. (Namanya Iyung, kacau nih anak). Sebelum keadaan tenang, warga yang terluka tidak diperbolehkan keluar kampung. Karena takut terjadi apa-apa.

Dan si Mbak (kakak saya, seorang dokter) yang lagi ngelonin fasya dan rafiq pun harus turun tangan. Fasya yang sudah berumur 5 tahun, bertanya : Ummi, sama Abi mau kemana..??
Mau Jaga Masjid, kata Mbak. Emang mesjidnya  kenapa Mi..? Ada orang sakit di masjid, Mbak Fasya jaga rafiq yah sama Mbah Juju. kata Mbak bijak.

Di masjid sudah ada beberapa orang yang harus mendapatkan pertolongan pertama. Si Dindin, yg postur nya jangkung berdiri di front-line terkena batu temannya sendiri dari belakang. Sial sekali nasib anak kampung satu itu. Hingga kepalanya harus dijahit 8 jahitan.
Warga dan polisi berhasil mengamankan Asrama putri. TOA (speaker masjid) berkumandang : Kepada warga Kp. Pulo semua, kita akan melakukan evakuasi mahasiswa-i SETIA di Asrama  Putri untuk di kosongkan, mohon pengamanannya., perketat barisan..!!
Akhirnya para mahasiswa-i pun di evakuasi ke kampus mereka. Letak kampus dan asrama putri kira2 400-500 meter. Lalu, para pelaku pelemparan pun di gelandang ke Polsek Makasar.

Keadaan mencekam, warga tetap berjaga.
Tidak ada pergerakan massa, semua mengkonsolidasikan diri.
Warga yang terluka dan telah mendapat pertolongan pertama, dibawa ke rumah sakit dengan mobil Polisi.(akhirnya ke-capai juga mimpi anak kampung itu naik mobil polisi, )

Mataharipun, menyinari kampungku yang kian poran porandah (ini jelas hiperbola, dan memutar balikkan fakta). Mata sayu, berhias bele' di sudut kelopak matanya, warga kampung yang semalaman tidak tidur. Cape' sangat, tapi 'ukhuwah ditengah kami begitu hangat.
Tak kurang dan tak henti, ibu-ibu tanpa komando siapapun. Mengkoordinir menyediakan konsumsi. Emaknya Redi, Ceu' Engkoy, yang lontong sayurnya terkenal seantero Kp. Pulo pun bersedia menyerahkan dagangannya untuk jadi santapan warga di Masjid Baiturrahiim. Mpok enCin, Mpok nCung, dan beberapa ibu2 majelis ta'lim juga siap memasak untuk makan siang.
SubhanaLlah...!!!

"Hari ini harus tuntas.!!", seru si Abang.
Semua Mahasiswa SETIA, sudah di evakuasi keluar dari kampung kita.
 Tinggal Asrama putra, yang masih keukeuh, gak mau di evakuasi.
Malah mereka menantang, dengan mengacungkan jari mereka dan meledek kami dengan seolah2 mereka ingin menggorok kami.

Setelah di ketahui, jumlah mereka tidak kurang dari 300 orang, Bbbah..!!
Banyak amit, perlu diketahui mahasiswa SETIA di Kp. Pulo itu tidak kurang dari 3000an mahasiswa dan mereka tidak diakui keberadaannya oleh Rt dan Rw setempat (maksudnya gak dapet KTP). Mereka mondar mandir, keluar masuk, layaknya Slonong-Boy di kampung orang dengan sesuka hati mereka.

Belum lagi aku dengar dari si Abang, di Kecamatan, Kuasa Hukumnya SETIA, (katanya namanya Suryadi) bilang pilihannya cuman dua, pertama kalo gak kampus yang angkat kaki, Warga Kampung yang angkat kaki,
Jeeuu.., ngelunjak nih orang.
"Saya berani nekan RI-1", kata si Abang niruin gaya bicaranya Suryadi (PeA').
Lha, ini gak macem-macem, ada paan nih.?!
Ini skenario kristenisasi internasional Ris, loe tau khan.? Ini Misi Naga Mas, kepalanya di UKI, Pulo adalah lehernya. Makanya mereka mati-matian." Aku mengangguk dan melongo dengan ucapan si Abang.
"Saya gak peduli dengan misi mereka, tapi tolong jangan di Kampung saya", ujar Abang pas press-conferense.
Merinding saya, kelas internasional beraninya lawan kelas kampung., cemen banget , dalem atiku.

...to be continued ...

foto-fotonya dimari


*) Insya ALlah,semua cerita diatas didapat dari beberapa sumber yang dapat dipercaya.
WaLlahu a'lam bishowwab.


Jika ada masukan untuk mencari bantuan hukum atau melalui jalur legislatif yang dapat membantu karena setau saya mereka(kaum salibis itu) telah mendapat dukungan dari legislatif (PDS) mohon bantuannya..!!



muharis, 280708


Breaking News :
SETIA ancam dirikan negara baru
Mahasiswa SETIA pindah dari DPR
Prijanto : SETIA takkan di relokasi
Warga sudah tidak 'setia' dengan SETIA
Warga KampungPulo menolak SETIA
Prijanto : Empat Alternatif Penyelesaian Kasus SETIA
(klo kita mah atu aja pak wagub, usir tuh SETIA)
Komentar Ust. Mutammimul 'Ula: SETIA jangan berlebihan








28 CommentsChronological   Reverse   Threaded
hasyimcbt wrote on Jul 28, '08
Ayunkan langkahmu kepalkan tinjumu pekikkan takbir...!!! Allahu Akbar......

*geram*

muharis wrote on Jul 28, '08
Insya ALlah, akhi..!!!

*)akhi, makar itu dekat.., dekat sekali.
Karena makar itu itu adalah diri kita.
Karena makar itu adalah kelalaian diri kita.'

WaLlahu a'lam.
wirdayanti wrote on Jul 29, '08
MasyaAllah...

*ditunggu kelanjurtannya*
muharis wrote on Jul 31, '08
Makasih do'anya yah Bunda.
karitasurya wrote on Jul 31, '08, edited on Jul 31, '08
Jadi tuh Mahasiswinya di evakuasi ma siapa??

Semoga permasalahan ini cepat selesai dan biang pemicu anarkisnya dapat segera di amankan

muharis wrote on Jul 31, '08
di evakuasi sama polisi Mba,
pemicu anarkisnya adalah keberadaan SETIA di kampung kami.
dafa wrote on Jul 31, '08
jadi serem,,, ;(
muharis wrote on Jul 31, '08
dafa said
jadi serem,,, ;(
istighfar..!!
dfatalo wrote on Aug 1, '08
Si Abang itu Bang Risman ya?.....

Tgl. 28.07.2008 sudah keluar di Asian News pemutar balikan fakta Media di luar negeri dari Roma Italy, bahwa 265 mahasiswa SETIA luka2 termasuk terbakar kena Bom Molotov, yang menyudutkan dan didalangi oleh Ketua Forum Muslim Kampung Pulo Risman Hadi, yang ditulis oleh initial Benteng Reges, yang sumber informasinya dari Jakarta tentunya.

Kalau bisa ada Team Pembela Hukum dari Kampung Pulo untuk klafikasi Humas SETIA sumber darimana Asian News mendatkan informasi tsb.

http://www.asianews.it/index.php?l=en&art=12865&size=A

Hati2 kejadian ini adalah prorovokasi thd Muslim Kampung Puko dan syukur saja dalam memancing kerusuhan ini tidak ada yang korban jiwa, kedua belah pihak.

Entah apa tujuan2 dibalik ini menjelang Pemilu, sampai mengancam siap mendirikan Negara Baru segala, disamping mengumbar berita Bohong diluar negeri yang menyudutkan Muslim....

Amati terus perkembangan, jangan sampai terpancing Anarkhis agar Kampung Pulo selalu waspada ....
muharis wrote on Aug 3, '08, edited on Aug 3, '08
dfatalo said
Si Abang itu Bang Risman ya?.....
Yoi..!!,

Hua.ha.., Sontoloyo tuh orang-orang.!!
Mereka (mahasiswa/i) nya keluar dari kampus, dievakuasi sama polisi. Yang ngamanin warga pulo tentunya di bawah komando si abang.
Trus masalah bom molotov, gak mungkin lah.
Wong, kampus mereka mepet alias dempet dengan rumah warga, bisa2 malah nge-bakar rumah warga.

Cemen..cemen..!!!
Ngadu ke luar negeri, udah gitu boong pula.
Mo minta duit lagih tuh..!!!,

Untuk klarifikasi, saat ini warga Kp. Pulo mendapat bantuan hukum dari PAHAM.
Insya ALlah, kebohongan itu akan terbongkar.
Warga masih dalam kondisi waspada, (mudah2an tidak 'kecolongan').

JazzakaLlah atas warga sekitar Kp. Pulo, seperti :
Kp. Lembur
Kp. Makasar
Kp. Pinang Ranti
Koops Halim
Mudah2an keamanan terus dapat tercipta.

WaLlahu a'lam.
pahamind wrote on Aug 5, '08
salam keadilan. terkait kasus ini sudah diinvestigasi ke lapangan, mohon dukungannya
dfatalo wrote on Aug 5, '08, edited on Aug 5, '08
Dari ngancem mau bikin negara baru, sekarang Mahasiswa kok minta suaka politik ke luar negeri...bingung aku sendiri dah....apa motiv tujuan kejadian ini yang sebenarnya?
Katanya mau mengadakan dialog bersama???

http://www.kapanlagi.com/h/0000242946.html
muharis wrote on Aug 5, '08
salam keadilan. terkait kasus ini sudah diinvestigasi ke lapangan, mohon dukungannya
jazzakaLlah, temen2 dari PAHAM

"Tolong PAHAMI dan perjuangkan Hak Kami..!!"
muharis wrote on Aug 5, '08
dfatalo said
Dari ngancem mau bikin negara baru, sekarang Mahasiswa kok minta suaka politik ke luar negeri...bingung aku sendiri dah....apa motiv tujuan kejadian ini yang sebenarnya?
Katanya mau mengadakan dialog bersama???

http://www.kapanlagi.com/h/0000242946.html
yah, begitu deh.
mereka selalu mengatasnamakan 'minoritas' yang teraniaya tanpa mau beradaptasi dengan lingkungan mereka berada.
Biarin aja bro, kita liatin aja selanjtnya, apa berani mereka mo bikin negara ndriri, apa yakin mo minta suaka politik ke luar.??
Apa cuman gertak sambel (pake terasi) supaya dapet perhatian dunia, dan ujung2nya minta donasi buat Misi besar mereka.

WaLlahu a'lam
pipilho wrote on Aug 12, '08
tragedi ambon sangat menyakitkan...kami bergabung dan bertegur sapa pada orang-orang yg akhirnya menyerang dan membunuh.....sehingga aku slalu berprinsip cukup hanya bermuamalah dgn mereka jangan pernah menganggap mereka "sama" atau menjadikan mereka sahabat....wallahu'alam
muharis wrote on Aug 12, '08
pipilho said
tragedi ambon sangat menyakitkan...kami bergabung dan bertegur sapa pada orang-orang yg akhirnya menyerang dan membunuh.....sehingga aku slalu berprinsip cukup hanya bermuamalah dgn mereka jangan pernah menganggap mereka "sama" atau menjadikan mereka sahabat....wallahu'alam
mungkin kasus (Kp.Pulo) disini tidak seberapa dengan yang terjadi di Ambon.
tapi ini adalah teguran yg besar buat kami, semoga dapat mengambil ibrohnya.

Update :
Kemaren baca di Kompas, PemProv DKI berminat untuk membeli lahan Kampus SETIA di Kp. Pulo yang nantinya akan dipergunakan untuk kemaslahatan warga Kp. Pulo dan sekitarnya.
WaLlahu a'lam
slemerselone wrote on Aug 14, '08
Bung Aris saya sepaham dengan tulisan anda...cocok ( emang seperti inilah kronologisnya ).Pokoknye Anda tenang aja kite - kite nih( sampe tulisan ini ndimuat 14 aug 08 ) ,anak-anak tongkrongan di semua gang kampung Pulo.Akan selalu jaga keamanan,ketertiban,dan akan selalu menolak mentah2 dengan darah kami Mahasiswa/i SETIA tersebut.
Dan yang paling penting kami akan selalu jagesetiap hari di pintu masuk Kamp Pulo ampe Matahari Terbit.
HIDUP KAMPUNG PULO...
Usut Tuntas Mafia Perijinan Kampus SETIA
Tolak Setia ...Harga Mati
Dari
B.J.A ( nama sengaja disamarkan karena paling banyak dicari )
atas nama
MUMUJA PULO
( Pemuda Muslim Jalanan )Kp Pulo
slemerselone wrote on Aug 14, '08
Oh iya,mau tambah satu tulisan lagi nih Bung Aris.
Saya,Kita dan Kami selaku Pemuda / i Kampung Pulo mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada ALLAH SWT ( yang paling utama ) , Warga dan Pemuda di kampung2 sekitar kita ,Majelis2,LSM,Ibu2 Konsumsi Kampung Pulo, Dan semua pihak yang habis sabarnya karena melihat & mendengar peristiwa 25 Juli ( Malam bentrok ke-I,ketika para pemuda mendatangi pihak asrama putra di rt 02 dan rt 04 yang disambut dengan hujan batu oleh mahasiswaSETIA ). , sehingga kami dengan kesadaran,persaudaraan dan kekompakan akhirnya dapat memaksa mereka keluar dari kampung PULO(Saya pun dari hari ke-I sampai Tulisan ini saya muat masih terharu melihat mereka ikut membantu kami,terutama warga di kampung sekitar dari KAMPUNG PULO,ternyata kami berjuang tidak sendiri ) .Terima kasih....terima kasih...terima kasih

"Tapi Perjuangan kita belum berakhir kawan,Mari kita pertahankan setiap Jengkal Tanah Kampung Kita,Pererat persaudaraan,Hati 2 & Waspada terhadap bahaya LATEN STT SETIA dimana saja ( apalagi masalah perizian lahan ),agar hal seperti ini tidak terjadi dikampung - kampung lain )...AMIN

B.J.Armstrong( nama sengaja disamarkan karena paling banyak dicari )
panggil saja MUMUJA Kampung Pulo
( Pemuda Muslim Jalanan Kampung Pulo )
muharis wrote on Aug 14, '08
Bung Aris saya sepaham dengan tulisan anda...cocok ( emang seperti inilah kronologisnya ).Pokoknye Anda tenang aja kite - kite nih( sampe tulisan ini ndimuat 14 aug 08 ) ,anak-anak tongkrongan di semua gang kampung Pulo.Akan selalu jaga keamanan,ketertiban,dan akan selalu menolak mentah2 dengan darah kami Mahasiswa/i SETIA tersebut.
Dan yang paling penting kami akan selalu jagesetiap hari di pintu masuk Kamp Pulo ampe Matahari Terbit.
HIDUP KAMPUNG PULO...
Usut Tuntas Mafia Perijinan Kampus SETIA
Tolak Setia ...Harga Mati
Dari
B.J.A ( nama sengaja disamarkan karena paling banyak dicari )
atas nama
MUMUJA PULO
( Pemuda Muslim Jalanan )Kp Pulo
Siip dah, Bang Amstrong..!!!
Ane denger tiap RT ngirim sampe 20 orang yah..
Mangkin kompak, biar para 'munafik' itu gak ada tempat di Pulo.

*)btw, kok ane baru denger MUMUJA PULO yah.
udah 2 tahun pindah ke Pinang Ranti, tp tiap minggu pasti ke Pulo.
muharis wrote on Aug 14, '08
"Tapi Perjuangan kita belum berakhir kawan,Mari kita pertahankan setiap Jengkal Tanah Kampung Kita,Pererat persaudaraan,Hati 2 & Waspada terhadap bahaya LATEN STT SETIA dimana saja ( apalagi masalah perizian lahan ),agar hal seperti ini tidak terjadi dikampung - kampung lain )...AMIN

B.J.Armstrong( nama sengaja disamarkan karena paling banyak dicari )
panggil saja MUMUJA Kampung Pulo
( Pemuda Muslim Jalanan Kampung Pulo )
Betul, perjuangan belum berakhir.
Walupun ' Insya Allah, we're on a right track'
Makar orang2 ini kadang sulit di tebak karena mereka punya 'dekingan dana dan penguasa' .
Mudah2an PEMPROV DKI sekarang bisa buka mata.
Dan syukur2 ntar Kp. Pulo punya lapangan Bola lagi,
*iya gak Sio(Anto-sio)
biar tambah maju kagak berebutan sama anak2 kampus sial itu.

Trus, nama BJ Amstrong, jadi inget tandemnya di Chicago Bulls MJ
MJ (Muhammad J-Aris alias NDHE, yang jago basket ituh..)
sory narsis dikit.
8-))
slemerselone wrote on Aug 14, '08
hi...hi...hi
MUMUJA PULO ( Pemuda Muslim Jalanan Kampung Pulo )
emang sih belum ada nama tersebut dari ane lahir tahun 1982 dikampung pulo sampe hari ini.
nama emang sengaja disamarakan ,ya anggap aje ane perwakilan dari pemuda2 tongkrongan di jalanan Pulo Seperti MABUR,MAMPET,BASEVOEL(Belor ),GAng Linjo,Pravatan,Pohon Jambu,Anak Lap.Bulutangkis,Anak Alap2,Anak Kalong ,Semua Divisi Pangkalan Ojek,Dan semua elemen Pemuda Kampung Pulo yang ABG ,Ditambah lagi anak2 tongkrongan yang biasanye pade mabok sekarang ampe pade lupa ame kebiasaan maboknye sekarang bergabung buat jage Kampung Tercinta.( emang sih MUMUJA belum ada namanya ).
Oh iya kapan2 mampir ya di pintu masuk utama Kampung Pulo ( Jembatan RT 001/ 05 mulai pukul 22.00 - Matahari Terbit ) SETIAP HARI Kami Jaga disana. tapi kalu kesana jangan lupa gorengannye ..ye.Pokoknya disana suasananya penuh persaudaraan.ha...ha....ha....
Pokoknya tenang aje Kampung Pulo Aman.
Oh iya udah denger kan tadi malam Bapak WAGUB,ZAINUDIN MZ dll dateng mau nego...
muharis wrote on Aug 14, '08
hua..ha.., ups..!!
Kurang atu, bro.
Dulu pas anak Mampet sama Pravatan ngadain (ABAT) Adu Basket Antar Tongkrongan.
Ogut punya tim sendiri, namanya Tim Bulak... skrg gak ada, secara Pulo udah kagak punya bulak alias Lapangan Sepak Bola.

Tiap malem tuh jaga di Tanjakan Senggong..??!!
Siip deh, warga pulo. Eh denger2 anak kp. harmendal juga ikutan yah.
Mantap lah klo gituh.

Waa.., wagub dateng lagih, sama bang MZ, jadi inget tabligh akbar di pulo ngadirin MZ susahnya minta ampyun,, eh sekarang kagak pake di undang dateng ndiri.

Yang penting aman lah, Kampung ane.
duniapeng wrote on Aug 20, '08
thanks bang atas cerita versi lengkapnya, krn yg gw denger dr media agak sedikit beda yach?????
muharis wrote on Aug 20, '08
thanks bang atas cerita versi lengkapnya, krn yg gw denger dr media agak sedikit beda yach?????
Thank's udah mampir bro,
di media beda, biasalah... biar laku.

*)klo dah jadi buku "duniaPeng", ogut request atu yah..!!
(ngarep.com)
siantiek wrote on Oct 21, '08
astaghfirullahaladziim...merinding gw bacanya :(.

1ndynobarendz wrote on Jan 12, '09
kayanya harus sering2 mampir neh ke blog mu ris. banyak good news ya.
lalu perkembangan kasus ini gimana?
teruskan perjuangannya ya akh.
ukhteeysarah wrote on May 13, '09
muharis said
di kp. pulo sendiri saya lebih dikenal dengan panggilan 'NDHE', (tanya kenapa.??).
kenapa??
putraselat wrote on Jun 29, '09
ini cerita nyata ya kak??

Kok bisa gitu sih kak??

cuma berawal dari mesin air yang ilang?? langsung ada acara B3 ampe panah panahan segala??

Bussetttt dah...!

BTW, SETIA itu apa sih???.......Sekolah Tinggi Ilmu...??????
Add a Comment